"Aku adalah Yesus, lahir dalam daging. Aku datang untuk membahas denganmu perbedaan antara kesempurnaan suci dan menjadi seorang perfectionist. Orang yang mencari kesempurnaan dalam kebajikan melakukannya karena cinta akan Aku. Orang yang mencari perfectionisme dari segi duniawi telah menciptakan sebuah halangan antara Hati-Ku dan hatinya sendiri."
"Mencintai kesucian dan kesempurnaan dalam kebajikan adalah tujuan yang mulia, asalkan satu-satunya khawatirannya adalah memuaskan Allah. Orang seperti itu tidak peduli dengan penghargaan duniawi. Dia tenang - bekerja sama dengan Kehendak Ilahi Bapa-Ku."
"Perfectionist duniawi sangat khawatir tentang bagaimana orang lain memandangnya. Jika dia membuat kesalahan, dia cepat membenarkan diri dan menyalahkan orang lain. Sulit bagi seseorang seperti itu untuk mengakui kesalahannya sendiri. Perfectionist tidak puas hanya melihat ke dalam hatinya sendiri, tetapi dia dapat dengan mudah melihat kesalahan semua orang di sekitarnya."
"Sementara orang yang mencoba sempurna dalam kebajikan kehilangan keprihatinannya dalam Kehendak Allah - perfectionist penuh dengan pendapat-pendapat yang sulit dilepas. Perfectionist sering kali memusatkan diri sendiri di tengah-tengah pikiran dan motivasinya, sementara orang yang mencari kesempurnaan dalam kebajikan selalu berupaya memiliki cinta akan Allah di pusat pikirannya, ucapannya, dan perbuatannya."
"Perfectionist sulit untuk mengampuni diri sendiri dan orang lain. Tetapi Cinta Suci selalu membuat pengecualian. Dalam kemurahan hati jiwa harus mengampuni dan memahami bahwa pengampunan manusia adalah cermin dari kemurahan hati jiwanya dan bayangan Kesejagatan Kasih Allah."
"Buatlah diketahui."