Damai bagimu, anak-anakku yang tercinta!
Akulah Bunda kamu, datang dari surga untuk memberitahu kalian bahwa Allah mencintaimu dan menginginkan pertobatanmu serta keluargamu. Anak-anak, berdoalah untuk pertobatan dosa-dosa. Berapa banyak dosa yang anak-anaku lakukan terhadap Allah karena dosa-dosanya. Anak-anak, nyamanilah Hati PutraKu Yesus. Buatlah penebusan. Berdoalah di rumah-rumahmu bersama keluargamu. Mengapakah kalian tidak berdoalah bersama? Aku menunggu kalian untuk doa selalu, tetapi banyak dari kalian membuat aku menunggu karena kalian tidak berdoa. Tanpa Allah, kamu tidak dapat memiliki damai.
Anak-anak kecil, akulah yang memberitahu: keluarga tanpa Allah adalah keluarga yang ingin milik setan. Apakah kalian mau keluargamu dihancurkan oleh kejahatan? Maka mengapakah kalian tidak mau menjadi milik Allah, meninggalkan dosa-dosa dunia ini, dan berdoalah bersama keluargamu?
Akulah yang mengundangmu: kembalilah, kembalilah kepada Allah dan hidup-hidupmu serta keluarga-keluargamu akan diperbarui oleh kasihNya dan karuniaNya. Aku ingin menjadikan kalian menjadi keluarga-suci, *itu sebabnya akulah yang memberitahu: keluarga bangunlah! Bangkitlahlah dan jadilah saksi-saksi setia cinta Allah. Berbuatlahlah! Ubahlah arah hidup-hidupmu. Aku memberkati kalian semua: dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin!
(*) Pada saat itu, Bunda berbicara dengan otoritas dan kemuliaan, menggunakan kekuasaanNya sebagai Ratu Surga. Ini sangat mengingatkan aku pada ketika Yesus menyembuhkan orang cacat dalam Injil, berkata dengan otoritas: Akulah yang memerintahkanmu -dikatnya kepada orang cacat-, bangkitlahlah, ambillah tikar-mu dan pergi ke rumah. Pada saat itu juga, berdiri di hadapan semua orang, ia mengambil tikar dan pergi ke rumah, memuja Allah. Semua terkejut dan memujai Allah, penuh dengan kagum, berkata: Kami telah melihat perkara-perkara yang luar biasa hari ini. (Lk 5:24-26)